Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menganalogikan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai sebuah keluarga besar yang kaya dinamika. Meski demikian, ia menegaskan bahwa NU tetap menjadi keluarga yang sakinah atau harmonis.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag Nasaruddin Umar dalam sambutannya pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU. Acara akbar ini diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 31 Januari 2026.

“NU itu seperti keluarga besar. Di dalamnya penuh dengan dinamika, tetapi tetap menjadi keluarga yang sakinah,” kata Menag Nasaruddin Umar di hadapan ribuan jamaah dan tamu undangan.

Menurut Menag, nilai kekeluargaan selalu menjadi prioritas di lingkungan NU. Ia bahkan menyoroti bahwa rasa kebersamaan ini tidak hanya dirasakan oleh warganya, tetapi juga oleh banyak pihak di luar organisasi tersebut.

“Di dalam NU tidak ada orang luar. Bahkan, orang lain pun bisa menjadi orang dalam di lingkungan Nahdlatul Ulama,” ujarnya, menekankan sifat inklusif NU.

Nasaruddin Umar juga menyampaikan harapannya agar NU terus berperan sebagai kekuatan besar bagi bangsa Indonesia. “Karena itu, insyaallah NU ke depan tetap akan kita jadikan sebagai wadah kekuatan besar bangsa Indonesia,” pungkasnya.

50% LikesVS
50% Dislikes
  Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Laporkan Situasi Nasional Aman dan Terkendali kepada Prabowo